Rawan Keracunan: 38 SPPG MBG Banyuwangi Belum Kantongi SLHS

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat meninjau dapur salah satu SPPG di Kecamatan Giri. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat meninjau dapur salah satu SPPG di Kecamatan Giri. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net - Program Makan Bergizi (MBG) di Kabupaten Banyuwangi kembali menjadi sorotan setelah dua kasus dugaan keracunan makanan menimpa siswa sekolah dalam sepekan terakhir. Ironisnya, dari total 38 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan untuk program nasional tersebut, belum satu pun mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang menjadi syarat wajib dapur MBG sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan pentingnya penerapan standar keamanan pangan secara ketat di seluruh SPPG agar kejadian serupa tak kembali terjadi.

"Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar para pengelola SPPG lebih berhati-hati. Kalau prosedur dan SOP dijalankan dengan benar, kasus seperti ini bisa dihindari,” kata Ipuk, saat meninjau salah satu dapur SPPG di Kecamatan Giri, Senin, 27 Oktober 2025.

Ipuk meminta agar semua makanan yang disajikan dalam program MBG dipastikan higienis, bergizi, dan diolah di dapur yang memenuhi standar sanitasi. Ia menekankan bahwa SLHS bukan sekadar formalitas, melainkan jaminan bahwa makanan yang dikonsumsi anak-anak sekolah aman dari kontaminasi.

"Kami mendorong agar semua SPPG segera memiliki SLHS. Ini penting karena berkaitan langsung dengan kesehatan anak-anak. Kalau dapurnya bersih dan terstandar, insyaallah tidak akan ada lagi kasus keracunan,” katanya.

Pemkab Banyuwangi juga akan memperketat pengawasan, termasuk memeriksa pengelolaan limbah dapur dan sanitasi lingkungan. Ipuk meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berkoordinasi dengan pengelola dapur MBG untuk memastikan seluruh proses pembuangan limbah dan kebersihan terjaga.

Menurutnya, program MBG merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo dalam mendukung pemenuhan gizi anak dan pelajar di seluruh Indonesia. Karena itu, pelaksanaan di daerah harus benar-benar sesuai standar dan tidak boleh asal jalan.

"Program ini bagus dan harus kita jaga kualitasnya. Anak-anak harus menikmati makanan bergizi tanpa khawatir soal kebersihan atau keamanan pangan,” ujar Ipuk.

Baca Juga : Pemprov Jatim Tutup Sementara SPPG Bermasalah Pasca Keracunan: Fokus Sertifikasi Higienis MBG

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat mengakui, dua kasus keracunan yang terjadi pekan lalu telah ditindaklanjuti. Salah satu SPPG telah ditutup sementara, sedangkan satu lainnya masih dalam proses investigasi.

Amir menyebut, dari 38 SPPG yang telah beroperasi, baru 12 SPPG yang sedang menjalani proses sertifikasi SLHS dan siap diterbitkan sertifikatnya. Sisanya masih dalam tahap pembenahan sarana dan prasarana agar memenuhi standar yang ditetapkan.

"Kami terus memantau dan memfasilitasi seluruh SPPG agar segera mendapatkan SLHS. Kami juga menggelar pelatihan penjamah pangan sebagai salah satu syarat wajib,” jelas Amir.

Ia menambahkan, untuk memperoleh SLHS, setiap SPPG harus melalui tiga tahapan: pelatihan keamanan pangan bagi penjamah, inspeksi sanitasi dan kesehatan lingkungan, serta uji sampel makanan dan pemeriksaan kesehatan pekerja dapur.

"Semua ini untuk memastikan tidak ada kontaminasi dalam proses pengolahan makanan MBG. Tujuannya sederhana — anak-anak harus makan dengan aman,” tandasnya.

Berita Terbaru

Revitalisasi 21 SMP di KBB Disebut dari Jalur Aspirasi, Akuntabilitas Dipertanyakan

Revitalisasi 21 SMP di KBB Disebut dari Jalur Aspirasi, Akuntabilitas Dipertanyakan

Senin, 21 Sep 2026 05:33 WIB

Senin, 21 Sep 2026 05:33 WIB

Jurnas.net, Bandung - Deretan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mencatatkan nama sebagai penerima alokasi program…

Proyek Revitalisasi Sekolah di KBB Diduga Tak Berjalan Sesuai Skema Swakelola, Kepala Sekolah Dipersoalkan Hanya Jadi Pe

Proyek Revitalisasi Sekolah di KBB Diduga Tak Berjalan Sesuai Skema Swakelola, Kepala Sekolah Dipersoalkan Hanya Jadi Pe

Minggu, 20 Sep 2026 18:50 WIB

Minggu, 20 Sep 2026 18:50 WIB

Jurnas.net, Bandung - Pelaksanaan program revitalisasi sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menuai sorotan. Program yang menggunakan skema…

KAHMI Jatim Gelar Charity Golf, Ratusan Peserta dari Beragam Kalangan Ikut Meriahkan Muswil VI

KAHMI Jatim Gelar Charity Golf, Ratusan Peserta dari Beragam Kalangan Ikut Meriahkan Muswil VI

Sabtu, 19 Sep 2026 18:46 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 18:46 WIB

Jurnas.net – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Timur mencoba menghadirkan warna baru dalam rangkaian Musyawarah Wilayah (Muswil) VI. Untuk p…

Ribuan Pelari dari Aceh hingga Papua Ramaikan Soekarno Run di Banyuwangi

Ribuan Pelari dari Aceh hingga Papua Ramaikan Soekarno Run di Banyuwangi

Sabtu, 19 Sep 2026 17:22 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 17:22 WIB

Jurnas.net – Banyuwangi kembali menggelar dua event olahraga dalam waktu bersamaan. Soekarno Run dan Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill 2026 menjadi bagian …

17 Madrasah di Jepara Digelontor Banpres Rp17 Miliar

17 Madrasah di Jepara Digelontor Banpres Rp17 Miliar

Jumat, 18 Sep 2026 17:35 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:35 WIB

Jurnas.net -  Sebanyak 17 madrasah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, disasar progam revitalisasi bantuan presiden (Banpres) Prabowo Subianto. Tiap madrasah …

Lomba Kampung Pancasila Dimulai, Eri Cahyadi: Surabaya Maju karena Gotong Royong Warga

Lomba Kampung Pancasila Dimulai, Eri Cahyadi: Surabaya Maju karena Gotong Royong Warga

Jumat, 18 Sep 2026 15:37 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 15:37 WIB

Jurnas.net — Ribuan warga memenuhi Balai Kota Surabaya, Kamis (17/9/2026) malam. Gemuruh tabuhan kentongan yang dipimpin Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama …